Monday, November 21, 2005

Kitab Suci Ksatria Cahaya

The Warrior of the Light by Paulo Coelho
Diterjemahkan oleh Dwi Cipta, WEP Publishing, 2005

Seorang ksatria cahaya tahu bahwa dia memiliki banyak hal yang patut disyukuri. Dalam perjuangannya dia dibantu oleh para malaikat, kekuatan alam raya menempatkan setiap benda sesuai dengan tempatnya, sehingga memberi jalan pada Sang Ksatria untuk menyumbangkan kemampuan terbaiknya.

17: Pemenang tidak pernah membuat kesalahan yang sama dua kali. Itulah sebabnya mengapa seorang ksatria hanya mengorbankan perasaannya hanya untuk hal-hal yang berguna.

19: ... Kemudian Sang Ksatria sadar, pengalaman yang berulang kali ini memiliki satu tujuan: mengajarkan padanya apa yang tidak ingin ia pelajari

20: Seorang ksatria tidak menghabiskan hari-harinya dengan berusaha memainkan peran yang telah dipilihkan orang lain untuknya.

25: Ia telah memilih jalur yang sedang dijalaninya, dan dengan demikian tidak mengeluhkannya.

33: Ketika ia lelah atau kesepian, ia tidak memimpikan lelaki atau perempuan yang jauh; ia akan menengok orang yang ada di sampingnya, dan berbagi kedukaan atau kebutuhan rasa kasihnya dengan mereka, dengan senang hati dan tanpa rasa bersalah.

35: Menumpuk cinta membawa keberuntungan, menumpuk kebencian membawa bencana

39: Seorang ksatria cahaya memanfaatkan kesunyian, namun tidak dimanfaatkan oleh kesunyian tersebut.

43: Beberapa temannya menghabiskan hidup mereka dengan menyesali kurangnya pilihan atau melontarkan komentar atas keputusan yang dibuat orang lain. Tapi sang ksatria mengubah pikiran-pikirannya menjadi tindakan.

55: Sang Ksatria bebas. Tapi ia tahu sebuah oven terbuka sedang tidak digunakan untuk membuat roti.

60: Seorang ksatria cahaya tahu, setiap orang takut pada orang lain. Ketakutan ini terwujud dalam dua cara: melalui penindasan dan penghambaan. Mereka adalah dua sisi dari satu permasalahan yang sama.

83: Seorang ksatria cahaya tidak pernah jatuh ke dalam jebakan kata "kebebasan"

86: Seorang ksatria cahaya selalu memiliki kesempatan kedua dalam kehidupan.

95: Kadangkala dalam sekali peristiwa, seorang ksatria merasa seolah-olah tinggal di dua dunia. Di satu dunia ia ditugaskan melakukan segala hal yang tidak ingin ia lakukan karena tidak mempercayai gagasan dasarnya. Tapi ada kehidupan lainnya, dan di dalamnya ia temukan mimpi-mimpinya, dalam bacaan dan dalam pertemuannya dengan orang yang kemudian berbagi gagasan dengannya.

118: ... dan ia tahu penyesalan bisa membunuh...





0 Comments:

Post a Comment

<< Home