Tuesday, November 08, 2005

Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk & Tersedu

By The River Piedra I Sat Down & Wept by Paulo Coelho
Diterjemahkan oleh Miagina Amal, Pustaka Alvabet, 2005

Apa yang terjadi jika sepasang kekasih berjumpa setelah berpisah selama sebelas tahun? Gadis kecil itu tumbuh menjadi perempuan dewasa yang mandiri dan perkasa. Kekasihnya menjadi pemimpin spiritual yang karismatis, yang menemukan suaka pada agama bagi konflik -konflik batinnya. Mereka mencebur bersama ke dalam perjalanan yang semula penuh aral, diselimuti saling kecam dan kepahitan yangf mencuat setelah bertahun-tahun tersembunyi. Tapi di tepi Sungai Piedra, di sebuah desa kecil dipegunungan Pyrennes, mereka membahas masalah-masalah besar kehidupan…. Dan merenungkan kembali hubungan asmara mereka sendiri.
Inilah kisah puitis tentang kedalaman cinta dan pergulatan iman.

xiii: Kita menderita, karena merasa memberi lebih dari yang diterima. Kita menderita karena cinta tak berbalas. Kita menderita karena tak dapat memaksakan aturan-aturan sendiri. ... Seseorang tak mencintai demi melakukan kebaikan atau menolong atau melindungi orang lain. Dengan cara begini, kita menganggap orang lain semata obyek, dan melihat diri sendiri sebagai orang bijaksana dan pemurah. Ini tak ada hubungannya dengan cinta. Mencintai adalah berkomuni dengan yang lain dan menemukan percikan Tuhan dalam diri mereka.

8: Kita hanya bisa memahami keajaiban hidup secara penuh ketika mengizinkan yang tak terduga untuk terjadi... Kebahagiaan terkadang adalah berkah, tapi seringkali adalah penaklukan.

27: Ada banyak cara untuk bunuh diri. Mereka yang mencoba membunuh tubuhnya melanggar hukum TUhan. Mereka yang mencoba membunuh jiwa, juga melanggar hukum TUhan, meski kejahatan ini kurang kasat mata bagi orang lain.

36: Tetapi cinta bagaikan sebuah bendungan: jika kau membiarkan sebuah retak kecil yang hanya bisa dilewati setetes air, maka tetesan itu akan segera meruntuhkan seluruh struktur; lalu tak seorangpun bisa mengendalikan kekuatan arusnya.

45: Ada orang-orang yang selalu harus melawan orang lain, kadang-kadang bahkan dengan diri mereka sendiri, hidup mereka. Maka merekapun mulai menciptakan semacam drama di dalam kepala, menuliskan naskahnya berdasarkan rasa frustasi mereka.

49: ... Ada beberapa hal dalam hidup yang patut diperjuangkan hingga akhir.

57: Yang Lain adalah ia yang mengajarkan padaku tentang siapa aku seharusnya, bukan siapa aku sebenarnya. Yang Lain percaya bahwa kita wajib menghabiskan seluruh hidup untuk memikirkan cara mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.....

58: ... Tapi lebih baik kalah dalam beberapa pertempuran demi mimpi-mimpimu daripada dikalahkan tanpa pernah tahu untuk apa kau bertempur.

60: Semesta selalu membantu memperjuangkan mimpi kita, sebodoh apaun itu. Mimpi adalah milik kita sendiri, dan hanya kita yang tahu apa yang perlu diupayakan untuk tetap menghidupkannya.

80: Aku mengamati si wanita diriki sebelum ini: lemah, tapi berusaha memberi kesan kekuatan. Takut akan segala hal, tapi meyakinkan dirinya bahwa itu bukanlah rasa takut - melainkan kebijakan dari seseorang yang tahu kenyataan. Menutup tirai jendela agar cahaya riang matahari tak bisa masuk - hanay agar pancaran sinarnya tak mengusamkan perabotan tuaku.

81: Cinta bisa membawa kita ke neraka ata surga, tapi selalu membawa kita ke suatu tempat.

103: Sebuah kerajaan yang terpecah tak akan sanggup mempertahankan diri dari serangan musuh-musuhnya. Seorang manusia yang terpecah tak akan bisa menghadapi hidup dengan terhormat.

109: Menunggu itu menyakitkan. Melupakan juga menyakitkan. Tetapi, tak tahu mana yang harus dijalani adalah derita yang terburuk.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home