Sunday, October 16, 2005

Rispondimi (Jawablah Aku)

Rispondimi by Susanna Tamaro.
Alih bahasa oleh Antonius Sudiarja, SJ, PT Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Tiga buah cerpen yang disajikan buku ini mengisahkan pergulatan batin pelakunya yang berada diantara dunia modern yang sekuler dan dunia religius yang nyaris ditinggalkan masanya. Pencarian eksistensi diri, cinta dan Tuhan terlihat melalui kacamatan filsafat dan teologi para pelakunya. Tokoh-tokohnya yang merindukan cinta mengajak kita melihat, bagaimana kepasrahan akan adanya Tuhan akan melengkapi keingintahuan kita untuk mengungkapkan rahasia hidup melalui rasio dan pikiran.

Judul buku ini diambil dari cerpen pertama, "Jawablah Aku", bertutur tentang seorang gadis yatim piatu yang beribu pelacur tanpa tahu siapa ayahnya, terjebak dalam lingkaran setan kisah hidup yang tak jauh berbeda dari yang dilakoni ibunya. Dalam lingkungan Katolik yang ketat, masa lalu ibunya bagaikan dosa asal yang tak terhapuskan. Ditinggal mati ibunya yang tertabrak mobil saat menjajakan diri, hidupnya terlunta-lunta oleh lingkungan yang menghakiminya. Pencarian kebahagiaannya seakan tercapai pada bagian akhir kisahnya, namun apa daya, dibesarkan tanpa cinta membawanya ke takdir yang sama: mengandung anak yang tak akan pernah bisa tahu siapa ayahnya. Pertanyaannya akan cinta akan tetap menggantung: Apakah Seseorang mendampingi kita, ataukah kita hanya sendirian? Jawablah Aku.

"Orang yang mencintai menanggung resiko lebih besar, dan sering harus membayar harga yang lebih tinggi.... Alih-alih membuka hati, cinta lebih sering menutupnya. Mengapa? Mungkin karena kita khawatir, orang lain akan merampas cinta itu dari kita dan mereguknya sampai habis. Tapi tahukah kau, cinta itu bagai udara, tak berbatas....."

"Cinta yang didambakan adalah cinta yang tak kesampaian..."