Tuesday, October 18, 2005

Hannah Arendt - Martin Heidegger (Selingkuh Dua Pemikir Raksasa)

Hannah Arendt - Martin Heidegger by Elzbieta Ettinger
Diterjemahkan oleh P Hasudungan Sirait & Rin Hindryati P, Penerbit Nalar, 2005
.


Yang ganjil di mata banyak orang, Arendt yang sedah tersohor masih saja patuh di depan Heidegger. Ia menempatkan diri sebagai cantrik di depan sang guruh, seperti di Marburg dulu. Betapapun nestapa yang ia cerap sebagai korban nazi, betapapun ia tahu ihwal dosa kenazian Heidegger, tak dipersoalkannya ketika berhadapan dengan sang guru..... Bukannya mengkritik Heidegger,.... Arendt malah jadi duta yang hendak membilas bersih noda sosialisme nasional Heidegger. Heidegger sendiri dengan senang hati senantiasa menikmati 'kasih sayang' itu. Memang, filsuf juga manusia, sebesar apapun mereka.

31: Aku akan kehilangan hak untuk hidup jika aku kehilangan cinta padamu...

32: Aku mencintaimu, sama seperti saat hari pertama - kau tahu, dan aku selalu mengutarakannya... Dan dengan kehendak Tuhan, aku akan lebih mencintaimu sampai mati...

47: Lamat-lamat ia tahu bahwa cinta itu dalam dirinya sendiri, tak soal segairah apa, bisa destruktif jika diisolasikan dari realitas kehidupan dan kalau semata berdasarkan dorongan seksual dan penggunaan kekuasaan.

49: ... dan ini kecemasan abadi perempuan - seorang perempuan senantiasa khawatir kalau memiliki cinta, atau cintanya berlimpah. Itu dianggapnya sebagai sebuah beban.

145: Re Vita Activa
Persembahan kitab ini dihilangkan,
Bagaimana mungkin ia kupersembahkan kepadamu, sobat kepercayaanku,
kepada siapa aku tetap setia,
dan tak setia,
Dan keduanya dalam cinta

0 Comments:

Post a Comment

<< Home