Wednesday, October 12, 2005

Demian: The Story of Emil Sinclair's Youth (Demian)

Demian by Hermann Hesse
Diterjemahkan oleh Sovia V.P, Mata Angin, 2001.

Hesse dengan karya-karyanya memang merupakan inspirasi untuk bermenung, melakukan pencarian tanpa takut demi menyelami diri sendiri - jiwa manusia yang teramat dalam dan selalu menyembunyikan misteri. Pena misterius Sinclair - nama samaran Hesse dalam novel Demian - telah mengilhami dan menggerakkan seluruh generasi muda pasca Perang Dunia I; mereka merasa menemukan seorang juru tafsir palung jiwa anak muda yang saat itu selalu gelisah akibat tekanan jaman yang berubah.

"Setiap manusia membawa jejak-jejak kelahirannya - kesederhanaan dan cangkang dari jaman prasejarahnya - dalam dirinya sampai akhir hayatnya."

"... Kita dapat memahami satu sama lin, tapi masing-masing kita hanya mampu memahami diri kita demi kita sendiri."

"... Ada sesuatu dalam cerita ini yang terasa tidak benar... kisah dua penjahat itu. Tiga salib berdiri bersisian di bukit adalah sangat menarik... Tapi kini muncul risalah yang agak sentimentil tentang penjahat yang baik....Apakah kamu tidak akan bertobat jika kamu berada dua langkah dari kuburan?.... dongeng para pastor, manis dan tidak jujur....Jika kamu harus memilih seorang teman diantara dua penjahat itu atau memutuskan diantara kedua orang itu, orang yang ingin kamu percayai, tentu saja kamu tidak akan memilih mualat yang tersedu-sedu itu. Tidak, tapi yang satunya lagi, orang yang gerkarakter itu. Dia tidak meneriakkan kata perobatan.... dia mengikuti takdir yang diputuskan padanya dan tidak berubah menjadi pengecut dan mengkhianati iblis yang membantu dan menjadi sekutunya selama ini."

"Kamu tidak dapat membandingkan dirimu dengan orang lain. Jika aku menjadikanmu kelelawar, kau tidak boleh berusaha menjadi unta."




0 Comments:

Post a Comment

<< Home