Monday, October 10, 2005

Aidit Sang Legenda

Aidit Sang Legenda
Murad Aidit, Panta Rei, Jakarta, 2005.

Murad Aidit, adik dari Dipo Nusantara Aidit atau DN Aidit, menuliskan kisah hidup kakak kandungnya, seorang tokoh komunis di negeri ini. Selama lebih dari empat puluh tahun nama DN Aidit ditempatkan dalam sejarah hitam Indonesia, dikaitkan dengan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan Gerakan 30 September. Berpuluh tahun Murad AIdit bertanya dan mencari: sudah meninggal sungguhkah AIdit? Dimana kuburnya hingga dapat diziarahi?

Buku ini mengisahkan DN Aidit, dari masa kanaknya, masa penjajahan Belanda dan Jepang, peranannya dalam kemerdekaan Indonesia hingga peristiwa Madiun 1948. Seperti yang ditulisnya: "melalui tulisan ini, aku ingin mengenangnya sebagai saudara sedarah, sebapa seibu, dalam sudut pandang kemanusiaan.

"Penderitaan rakyat pada jaman Jepang menimbulkan harapan dan keinginan agar Belanda kembali ke Indonesia.... Imperialis tetap imperialis. Indonesia harus merdeka agar kekayaan Indonesia tidak dibawa ke luar negeri..." (h.87)