Monday, October 31, 2005

The Solitaire Mystery (Misteri Soliter)

The Solitaire Mystery by Jostein Gaarder
Diterjemahkan oleh Anton Kurnia dan Septina Ferniati, Jalasutra, 2004.

Hans Thomas - seorang bocah lelaki berumur 12 tahun yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu - melakukan perjalanan bersama ayahnya ke Yunani untuk mencari ibunya. Ayahnya pemabuk tapi jenius; dia memancing Hans Thomas dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dan berkisah tentang hal-hal aneh....

xv: ... dan pesan paling bijak dalam kisah ini adalah: 'Bagi seseorang yang mengetahui takdirnya, harus menjalaninya.'

11: Nasehatku untuk mereka yang ingin menemukan diri adalah: tetaplah di manapun kau berada. Kalau tidak, kau akan dalam bahaya kehilangan dirimu untuk selamanya.

15: Malangnya, kau tak selalu bisa memilih kepada siapa kau akan jatuh cinta...

18: Setiap ibu paham, tak bisa terus menyalahkan diri sendiri atas seorang anak yang telah dilahirkan...

118: ... ada lima milyar orang yang hidup di planet ini. Namun, kau hanya jatuh cinta pada seseorang yang istgimewa, dan kau tak bisa menggantikannya dengan siapapun.

225: ... Sebenarnya yang kukatakan adalah, Tuhan duduk di surga menertawakan kita karena kita tak percaya pada-Nya.

Wednesday, October 26, 2005

The Alchemist (Sang Alkemis)

The Alchmeist by Paulo Celho. Diterjemahkan oleh Hamib Baasyaib dan Yunita, Pustaka Alvabet, Jakarta, 2005.

Cerita tentang Santiago, bocah gembala Andalusia yang mengembara mencari harta duniawinya. Dari kampung halamannya di Spanyol, ia ke Tangier dan menyeberangi gurun Mesir. Di oasis ia mengalami perjumpaan yang menentukan dengan sang alkemis. Ia juga bertemu dengan gadis gurun yang menjadi kekasih sejatinya, Fatima. Perjalanan ini mengajar kita tentang kearifan esensial, yaitu bagaimana mendengarkan hati kita, belajar membaca pertanda yang bertebaran di sepanjang hidup manusia. Dan, terutama, bagaimana mengikuti mimpi-mimpi kita.

9:... domba-domba yang tidak perlu membuat keputusan apapun... Mungkin itulah sebabnya mereka selalu berada di dekatku.

14: ... kawanan domba itu bahkan tak sadar bahwa mereka menapaki jalan baru setiap hari. mereka tidak melihat ladang-ladangnya baru dan musimnya berganti-ganti. yang mereka pikirkan cuma makanan dan air.

20: Bila seseorang bertemu dengan orang yang sama setiap hari.... mereka berubah menjadi bagian dari kehidupan orang tadi. Kemudian mereka ingin orang itu berubah. Jika seseorang tidak seperti yang dikehendaki, yang lainnya marah. Setiap orang, rupanya punya ide jelas tentang bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup mereka, tapi tak satu pun mengenai kehidupannya sendiri.

22:... bahwa pada saat tertentu dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada diri kita, dan hidup kita lalu dikendalikan oleh nasib. Itulah dusta terbesar di dunia.

27: ... siapapun kamu, atau apapun yang kau lakukan, saat kau benar-benar menginginkan sesuatu, itu karena hasrat tadi bersumber di dalam jiwa alam semesta..... Dan, saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya.

33: Dia harus memilih antara apa yang dia telah menjadi terbiasa dengannya dan apa yang ingin dimilikinya.

39: Rahasia kebahagiaan adalah melihat semua keindahan dunia, dan tak pernah melupakan tetesan minyak di sendok...

48: Aku memandang dunia menurut apa yang ingin kulihat terjadi, beukan apa yang sesungguhnya terjadi.

88: Kita takut kehilangan apa yang kita miliki, entah itu hidup kita ataupun barang-barang dan tanah kita. Tapi ketakutan ini lenyap saat kita memahami bahwa kisah hidup kita dan sejarah dunia ini ditulis oleh tangan yang sama.

104: Makanlah pada saatnya makan. dan jalanlah terus di saat harus terus berjalan.

141: Seseorang dicintai karena ia dicintai. Tak perlu ada alasan untuk mencintai.

150: Orang takut mengejar impian-impian mereka yang terpenting, sebab mereka merasa mereka tak berhak memperolehnya, atau bahwa mereka tak akan mampu meraihnya.

151: Katakan pada hatimu bahwa takut menderita itu lebih buruk daripada menderita itu sendiri.

154: Itulah titik saat, seperti yang kami ucapkan dalam bahasa gurun, orang mati kehausan ketika pohon-pohon pelm telah terlihat di cakrawala.

155: Bila engkau memiliki harta yang sangat bernilai di dalam dirimu, dan mencoba untuk memberitahu orang lain tentang hal itu, jarang ada yang percaya.

163: Ya, apa gunanya semua itu bagimu kalau kau harus mati?

175: Karena bukanlah cinta namanya bila statis seperti gurun, bukan pula cinta namanya bila menjelajah bumi seperti angin. Dan bukan cinta namanya bila melihat semuanya dari kejauhan... Cinta adalah daya yang mengubah dan meningkatkan Jiwa Buana...

181: Semua yang terjadi satu kali tidak akan terjadi lagi. Tapi semua ayng terjadi dua kali pasti akan terjadi untuk ketiga kali.




Tuesday, October 18, 2005

Hannah Arendt - Martin Heidegger (Selingkuh Dua Pemikir Raksasa)

Hannah Arendt - Martin Heidegger by Elzbieta Ettinger
Diterjemahkan oleh P Hasudungan Sirait & Rin Hindryati P, Penerbit Nalar, 2005
.


Yang ganjil di mata banyak orang, Arendt yang sedah tersohor masih saja patuh di depan Heidegger. Ia menempatkan diri sebagai cantrik di depan sang guruh, seperti di Marburg dulu. Betapapun nestapa yang ia cerap sebagai korban nazi, betapapun ia tahu ihwal dosa kenazian Heidegger, tak dipersoalkannya ketika berhadapan dengan sang guru..... Bukannya mengkritik Heidegger,.... Arendt malah jadi duta yang hendak membilas bersih noda sosialisme nasional Heidegger. Heidegger sendiri dengan senang hati senantiasa menikmati 'kasih sayang' itu. Memang, filsuf juga manusia, sebesar apapun mereka.

31: Aku akan kehilangan hak untuk hidup jika aku kehilangan cinta padamu...

32: Aku mencintaimu, sama seperti saat hari pertama - kau tahu, dan aku selalu mengutarakannya... Dan dengan kehendak Tuhan, aku akan lebih mencintaimu sampai mati...

47: Lamat-lamat ia tahu bahwa cinta itu dalam dirinya sendiri, tak soal segairah apa, bisa destruktif jika diisolasikan dari realitas kehidupan dan kalau semata berdasarkan dorongan seksual dan penggunaan kekuasaan.

49: ... dan ini kecemasan abadi perempuan - seorang perempuan senantiasa khawatir kalau memiliki cinta, atau cintanya berlimpah. Itu dianggapnya sebagai sebuah beban.

145: Re Vita Activa
Persembahan kitab ini dihilangkan,
Bagaimana mungkin ia kupersembahkan kepadamu, sobat kepercayaanku,
kepada siapa aku tetap setia,
dan tak setia,
Dan keduanya dalam cinta

Sunday, October 16, 2005

Rispondimi (Jawablah Aku)

Rispondimi by Susanna Tamaro.
Alih bahasa oleh Antonius Sudiarja, SJ, PT Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Tiga buah cerpen yang disajikan buku ini mengisahkan pergulatan batin pelakunya yang berada diantara dunia modern yang sekuler dan dunia religius yang nyaris ditinggalkan masanya. Pencarian eksistensi diri, cinta dan Tuhan terlihat melalui kacamatan filsafat dan teologi para pelakunya. Tokoh-tokohnya yang merindukan cinta mengajak kita melihat, bagaimana kepasrahan akan adanya Tuhan akan melengkapi keingintahuan kita untuk mengungkapkan rahasia hidup melalui rasio dan pikiran.

Judul buku ini diambil dari cerpen pertama, "Jawablah Aku", bertutur tentang seorang gadis yatim piatu yang beribu pelacur tanpa tahu siapa ayahnya, terjebak dalam lingkaran setan kisah hidup yang tak jauh berbeda dari yang dilakoni ibunya. Dalam lingkungan Katolik yang ketat, masa lalu ibunya bagaikan dosa asal yang tak terhapuskan. Ditinggal mati ibunya yang tertabrak mobil saat menjajakan diri, hidupnya terlunta-lunta oleh lingkungan yang menghakiminya. Pencarian kebahagiaannya seakan tercapai pada bagian akhir kisahnya, namun apa daya, dibesarkan tanpa cinta membawanya ke takdir yang sama: mengandung anak yang tak akan pernah bisa tahu siapa ayahnya. Pertanyaannya akan cinta akan tetap menggantung: Apakah Seseorang mendampingi kita, ataukah kita hanya sendirian? Jawablah Aku.

"Orang yang mencintai menanggung resiko lebih besar, dan sering harus membayar harga yang lebih tinggi.... Alih-alih membuka hati, cinta lebih sering menutupnya. Mengapa? Mungkin karena kita khawatir, orang lain akan merampas cinta itu dari kita dan mereguknya sampai habis. Tapi tahukah kau, cinta itu bagai udara, tak berbatas....."

"Cinta yang didambakan adalah cinta yang tak kesampaian..."

Thursday, October 13, 2005

The Unbearable Lightness of Being

The Unbearable Lightness of Being by Milan Kundera
Diterjemahkan oleh Drs. John de Santo, Kunci Ilmu, 2002

Tomas, seorang dokter bedah yang apolitik, terjerembab cinta yang menggelora diantara Tereza, gadis lugu yang bairu dijumpai di stasiun dan Sabina, kekasih lamanya. Kisah ini dijalin di tengah kancah peristiwa "musim semi Prague" (1968), tatkala tank-tank lapis baja bergemuruh mengepung penjuru kota...

15: einmal ist keinmal, segala sesuatu terjadi hanya sekali.

138: "Cinta berarti meninggalkan kekuatan...Hidup dalam kebenaran berarti tidak berbohong, tidak bersembunyi, tidak berpura-pura."

166: "Kamp konsentrasi adalah sesuatu yang sangat mendasar, suatu keadaan ke dalamnya kita dilahirkan dan darinya kita hanya bisa meloloskan diri dengan kemauan dan upaya yang sangat besar."

169: "Sebuah pertanyaan yang tidak memiliki jawaban adalah hambatan yang sangat besar."

210: "Rezim kriminal tidak diciptakan oleh para kriminal, melainkan para pengagum yang yakin bahwa mereka telah menemukan satu-satunya cara menuju firdaus."

211: "Apakah seorang penguasa bodoh dapat bebas dari tanggung jawabnya hanya karena dia bodoh?"

236: "Profesinya telah menjadi mahluk vampire yang menghisap habis darahnya."

268: "Karakter tidak dilahirkan seperti manusia lahir dari seorang perempuan, karakter lahir dari situasi, dari sebuah metafora..."

270: "Apakah lebih baik berteriak, dengan demikian mempercepat kematian, atau diam saja dan mengalami kematian perlahan?"

270: "Kehidupan manusia hanya berlangsung sekali saja, dan alasan mengapa kita tidak dapat memastikan mana keputusan yang baik atau jelek adalah dalam situasi tertentu kita hanya dapat membuat satu keputusan. Kita tidak dianugerahi kehidupan kedua, ketiga, dan seterusnya untuk membanding-bandingkan keputusan itu."

Wednesday, October 12, 2005

Demian: The Story of Emil Sinclair's Youth (Demian)

Demian by Hermann Hesse
Diterjemahkan oleh Sovia V.P, Mata Angin, 2001.

Hesse dengan karya-karyanya memang merupakan inspirasi untuk bermenung, melakukan pencarian tanpa takut demi menyelami diri sendiri - jiwa manusia yang teramat dalam dan selalu menyembunyikan misteri. Pena misterius Sinclair - nama samaran Hesse dalam novel Demian - telah mengilhami dan menggerakkan seluruh generasi muda pasca Perang Dunia I; mereka merasa menemukan seorang juru tafsir palung jiwa anak muda yang saat itu selalu gelisah akibat tekanan jaman yang berubah.

"Setiap manusia membawa jejak-jejak kelahirannya - kesederhanaan dan cangkang dari jaman prasejarahnya - dalam dirinya sampai akhir hayatnya."

"... Kita dapat memahami satu sama lin, tapi masing-masing kita hanya mampu memahami diri kita demi kita sendiri."

"... Ada sesuatu dalam cerita ini yang terasa tidak benar... kisah dua penjahat itu. Tiga salib berdiri bersisian di bukit adalah sangat menarik... Tapi kini muncul risalah yang agak sentimentil tentang penjahat yang baik....Apakah kamu tidak akan bertobat jika kamu berada dua langkah dari kuburan?.... dongeng para pastor, manis dan tidak jujur....Jika kamu harus memilih seorang teman diantara dua penjahat itu atau memutuskan diantara kedua orang itu, orang yang ingin kamu percayai, tentu saja kamu tidak akan memilih mualat yang tersedu-sedu itu. Tidak, tapi yang satunya lagi, orang yang gerkarakter itu. Dia tidak meneriakkan kata perobatan.... dia mengikuti takdir yang diputuskan padanya dan tidak berubah menjadi pengecut dan mengkhianati iblis yang membantu dan menjadi sekutunya selama ini."

"Kamu tidak dapat membandingkan dirimu dengan orang lain. Jika aku menjadikanmu kelelawar, kau tidak boleh berusaha menjadi unta."




Va" Dove TI Porta Il Cuore (Pergilah Ke Mana Hati Membawamu)

Va" Dove Ti Porta Il Cuore by Susanna Tamaro
Alih Bahasa oleh Antonius Sudiarja, SJ, PT Gramedia Pustaka Utama, 2004.

Seorang perempuan tua menuturkan kisah hidupnya kepada cucunya melalui catatan hariannya. Kegembiraan, kebahagiaan, kesulitan serta pengakuan-pengakuan masa lalunya mengalir dengan lancar dan tenang. Justru melalui pengakuan inilah ia menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Kala hidup ada di persimpangan jalan, olah hati dan perasaan akan melengkapi olah rasio dan pikiran kita.

"Kejujuran memerlukan wilayah di mana orang saling percaya; saling percaya merupakan habitat di mana kejujuran bisa lahir..."

"Proses pertumbuhan hidup sedikit mirip mutiara. Semakin besar dan dalam lukanya, semakin keras lapisan pelindung yang tumbuh mengelilinginya...."

"Siapapun yang meninggalkan masa remaja tanpa terluka tak pernah bisa menjadi orang dewasa yang sempurna."

"Airmata yang tidak keluar akan mengendap di hati. Akhirnya air mata itu akan mengeras di sekeliling hati kita dan melumpuhkannya, sama seperti endapan air kotor melumpuhkan gigi roda mesin cuci."

"Hidup bukanlah perlombaan, melainkan membidik-target: menghemat waktu tidaklah penting, yang penting membidik titik di tengah-tengah."

"Ketidakbahagiaan biasanya mengikuti garis perempuan; menurun dari ibu ke anak perempuan, laksana kelainan genetika. Dan bukannya melemah dari generasi ke generasi, kelainan ini malah semakin kuat, sulit dilenyapkan, dan dalam."

"Cinta tidak menyapa si pemalas, kadang-kadang cinta membutuhkan tindakan yang tepat dan berani. Aku menyembunyikan kepengucatanku yang tak habis-habisnya di balik topeng mulia kebebasan personal."

"Untuk dapat mengenali realisme takdir, kau harus melewati beberapa tahun lagi. Sekitar usia enam puluhan, ketika jalan di belakangmu lebih panjang daripada yang terbentang di depanmu, kau melihat sesuatu yang belum pernah kaulihat sebelumnya: jalan yang telah kautempuh ternyata tidak lurus-lurus saja, melainkan bercabang-cabang..."

"Dibandingkan kebahagiaan, kegembiraan hanyalah bagaikan bohlam lampu dengan matahari. Kegembiraan selalu memiliki objek, kau gembira karena sesuatu.... Kebahagiaan, sebaliknya, tidak memiliki objek. Ia menguasaimu tanpa alasan...."

"Sebagian diriki ingin terus menjadi diriku sendiri, sementara bagian yang lain, bagian yang ingin dicintai, bersedia menyesuaikan diri dengan tuntutan dunia."

"Kata-kata memenjarakan pikiran, ... namun hati bernapas..."

"Untuk membenci seseorang, ia harus melukamu, ia harus melakukan sesuatu yang buruk.... Ia tidak melakukan sesuatu, itulah masalahnya. Lebih mudah mati karena ketiadaan daripada karena perasaan sakit; kau bisa memberontak terhadap perasaan sakit, namun kau tak mungkin memberontak terhadap ketiadaan."

"Jikalau aku memiliki keyakinan apapun, aku hanya percaya bahwa segala sesuatu terjadi berdasarkan apakah aku menggunakan kehendakku atau tidak."

"Dalam hidup setiap wanita hanya ada satu lelaki, dan bersamanya wanita itu menjadi lengkap. Namun hanya sedikit... manusia yang ditakdirkan untuk bertemu. Sisanya terpaksa hidup dalam ketidakpuasan, dalam kerinduan abadi..."

"Ketika seseorang mencintai orang lain - jika ia mencintai orang itu dengan segenap jiwa dan raga - hal paling wajar adalah menginginkan anak..."

".... tiba-tiba aku tersadar sinar itu tidak berasal dari dalam diriku sendiri, melainkan hanya pantulan. Kebahagiaan dan cinta akan kehidupan yang kurasakan, tak pernah merupakan milikku... setelah ia pergi, segalanya kembali gelap"

"Pada usia empat puluh tahun tak ada lagi tempat untuk melakukan kesalahan"

"Usiamu tidak ada hubungannya dengan kepekaan atau kedangkalan dirimu, ini hanyalah masalah jalan hidup yang kauambil.... Sebelum mengkhakimi orang, berjalanlah selama tiga bulan dengan mengenakan sepatunya."

Tuesday, October 11, 2005

Si Parasit Lajang

Si Parasit Lajang
Ayu Utami, GagasMedia, Jakarta, 2003.

Ayu Utami bercerita dengan ringan tentang hal-hal remeh temeh melalui biografis pendeknya yang terbagi dalam tiga bagian: kehidupan, seks-jender-kapitalisme, politik dan negara.

"... bahwa agama merupakan salah satu dari lima keingintahuan orang Indonesia (empat yang lain: umur, status perkawinan, suku & pekerjaan, kalau perlu penghasilannya juga).."

"bagi saya, lebih baik berlangganan Tuhan yang teruji ribuan tahun daripada menyembah merek baru"

"Ini mungkin namanya adaptasi. Jika kita tak bisa mengubah keadaan, kita menyesuaikan diri dengannya."

"Orang yang jatuh cinta pada Jakarta mungkin bentuk lain dari para naturalis, seperti Darwin dan Wallace, cinta pada yang bukan manusia."

Monday, October 10, 2005

Aidit Sang Legenda

Aidit Sang Legenda
Murad Aidit, Panta Rei, Jakarta, 2005.

Murad Aidit, adik dari Dipo Nusantara Aidit atau DN Aidit, menuliskan kisah hidup kakak kandungnya, seorang tokoh komunis di negeri ini. Selama lebih dari empat puluh tahun nama DN Aidit ditempatkan dalam sejarah hitam Indonesia, dikaitkan dengan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan Gerakan 30 September. Berpuluh tahun Murad AIdit bertanya dan mencari: sudah meninggal sungguhkah AIdit? Dimana kuburnya hingga dapat diziarahi?

Buku ini mengisahkan DN Aidit, dari masa kanaknya, masa penjajahan Belanda dan Jepang, peranannya dalam kemerdekaan Indonesia hingga peristiwa Madiun 1948. Seperti yang ditulisnya: "melalui tulisan ini, aku ingin mengenangnya sebagai saudara sedarah, sebapa seibu, dalam sudut pandang kemanusiaan.

"Penderitaan rakyat pada jaman Jepang menimbulkan harapan dan keinginan agar Belanda kembali ke Indonesia.... Imperialis tetap imperialis. Indonesia harus merdeka agar kekayaan Indonesia tidak dibawa ke luar negeri..." (h.87)

Sunday, October 09, 2005

Dunia Sophie

Sophie's World by Jostein Gaarder
Diterjemahkan oleh Rahmani Astuti, Penerbit Mizan, 2004

Democritus
65: Jika itu adalah Tuhan atau Takdir, berarti manusia tidak mempunyai kehendak bebas

69: Fatalisme adalah kepercayaan bahwa apapun yang terjadi telah ditentukan..... Dengan demikian "peramal" berusaha untuk meramalkan sesuatu yang sesungguhnya tidak dapat diramalkan.

71: Kata "influenza" benar-benar mengandung arti pengaruh
(influence) jahat dari bintang-bintang.... Pelindung paling penting untuk melawan penyakit, menurut tradisi medis Hippocrates, adalah sikap tidak berlebihan dan cara hidup yang sehat.

Socrates
77: ...Jadi pastilah masyarakat yang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan.

80: meskipun ada jawaban untuk pertanyaan filosofis, manusia tidak adapat mengetahui kebenaran mengenai teka-teki alam dan jagad raya.... pandangan seperti itu dinamakan skeptisisme.

83-85 : pemahaman yang sejati harus timbul dari dalam diri sendiri... Baik Yesus maupun Socrates adalah tokoh yang penuh teka-teki, juga bagi rekan-rekan sezaman mereka.... mereka berdua percaya bahwa mereka berbicara atas nama sesuatu yang lebih besar daripada mereka sendiri...

87: ... manusia terbagi dua. Secara umum, mereka sangat yakin atau sama sekali tidak peduli...

Plato
107: ... akal itu kekal dan universal justru karena ia hanya mengungkapkan keadaan-keadaan yang kekal dan universal

113: benarkah manusia membawa sebongkah emas kecil dalam dirinya - permata yang tidak dapat dirusak oleh waktu, jiwa yang akan terus hidup ketika tubuhnya sendiri menjadi tua dan mati?

Aristoteles
135: Ajaran pengobatan Yunani: hanya dengan menjaga keseimbangan dan kesederhanaan sajalah maka aku dapat mencapai kehidupan yang bahagia atau selaras.

Epicurus
155: Kematian tidak menakutkan kita... sebab selama kita ada, kematian tidak bersama kita. Dan ketika ia datang, kita tidak ada lagi.

Dua Kebudayaan
172: Kita juga dapat melihat kesamaan yang jelas dalam cara berpikir di seluruh kebudayaan Indo-Eropa. Kesamaan yang khas adalah cara mereka memandang dunia, yaitu sebagai subyek drama dimana kekuatan Baik dan Jahat saling berhadapan dalam pertarungan yang tak henti-hentinya.

176: Ketidakpatuhan manusia kepada Tuhan merupakan tema yang selalu ada di seluruh Bibel.

180: Ketika kita berbicara tentang Socrates, kita tahu betapa berbahayanya menggugah akal masyarakat. Dengan yesus kita tahu betapa berbahayanya menuntut rasa persaudaraan tanpa syarat dan ampunan tanpa syarat.

Abad Pertengahan
192: (tentang Agama Kristen dan kebudayaan Yunani) ... dan disini peribahasa kunopun berlaku, bahwa mereka yang kawin semakin lama menjadi semakin mirip satu sama lain.

197: (St. Agustin).. Kehendak baik itu hasil karya Tuhan; kehendak jahat adalah akibat meninggalkanTuhan.

206: (tentang mengapa perempuan dianggap lebih rendah dari pria)... menarik untuk dicatat bahwa telur mamalia belum ditemukan hingga tahun 1827. Oleh sebab itu mungkin tidak mengherankan kalau orang beranggapan kaum prialah kekuatan yang kreatif dan memberikan kehidupan dalam reproduksi.

Renaisans
217: Kita tidak hidup di zaman kita saja; kita membawa serta sejarah di dalam diri kita.

220: dan seni percetakan merupakan salah satu faktor yang memaksa Gereja untuk melepaskan posisi awalnya sebagai satu-satunya penyebar pengetahuan

221-223: (humanisme renaisans)... tekanannya pada individualisme... Manusai ada bukan semata-mata demi Tuhan. Karena itu manusia boleh berbahagia dalam kehidupannya di sini sekarang. Dan dengan kebebasan baru untuk berkembang ini, kemungkinannya menjadi tak terbatas.... Tapi humanisme selalu mengandung sisi gelap. Tidak ada jaman yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk.

224: (Galileo) Ukurlah apa yang dapat diukur dan buatlah sesuatu yang tidak dapat diukur agar dapat diukur... (Francis Bacon) Pengetahuan adalah kekuasaan

Jaman Barok
254: Perbedaan antara yang material dan yang spiritual sesungguhnya adalah bahwa yang material dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sedangkan jiwa bahkan tidak dapat dibagi dua.

Descartes
260: Cogito, ergo sum (Aku berpikir, karena itu aku ada)

Spinoza
277: sub specie aeternitatis (melihat segalah sesuatu dari perspektif keabadian)

Hume
292: Malaikat adalah sebuah gagasan yang rumit. Terdiri atas dua pengalaman berbeda yang sesungguhnya tidak berkaitan...

297: Hume kita sebut seorang agnostik, yang berpendapat bahwa keberadaan Tuhan atau dewa tidak dapat dibuktikan kebenarannya atau ketidakbenarannya

303: Kita tidak pernah dapat menarik kesimpulan dari kalimat berita menjadi kalimat perintah.

Locke
309: "ada atau tiada" bukanlah satu-satunya pertanyaan. Pertanyaan lainnya adalah siapa kita ini.

Kant
360:... ajaran Protestan selalu dicirikan oleh tekanannya pada iman. Gereja Katolik, sebaliknya, sejak awal abad pertengahan lebih mempercayai akal sebagai pilar keimanan.

362: Mungkin kita dapat memahami sekuntum bunga atau seekor serangga, tapi kita tidak akan pernah memahami diri kita sendiri. Lebih mustahil jika kita berharap dapat memahami alam raya.

365: Jika kamu melakukan sesuatu murni karena kewajiban sajalah, maka tindakanmu dapat dikatakan sebagai tindakan moral.

Romantisisme
379: Mereka yang hidup sampai tua biasanya sudah tidak romantis lagi pada usia kira-kira tiga puluh tahun. Sebagian diantara mereka menjadi orang kelas-menengah dan konservatif.

389: Bagi kita, pengarang itu akan menjadi "Tuhan yang tersembunyi"

Hegel
394: Tidak ada 'kebenaran abadi", tidak ada akal yang kekal. Satu-satunya titik pasti ayng dapat dijadikan pegangan bagi filsafat adalah sejarah itu sendiri.

Kierkegaard
435: Mengumpulkan boneka Barbie boleh saja. Tapi menjadi boneka Barbie lebih buruk lagi.

416: Yang penting bukanlah apa yang kamu pikir itu benar atau salah. yang penting adalah bahwa kamu memilih untuk mempunyai pendapat mengenai apa yang benar atau salah.

Jaman kita
493: (Satre) eksistensi manusia mendahului dirinya. Kenyataan bahwa aku ada mendahului apakah aku ini. Eksistensi mendahului esensi

495: (Satre): Kehidupan kita sendiri mempengaruhi cara kita memandang segala sesuatu di dalam ruangan. Jika sesuatu tidak menarik perhatianku, aku tidak melihatnya.

506: Jika aku tidak membiarkan kemungkinan ini tetap terbuka, berarti aku menjadi dogmatis, dan bukan seorang filosof sejati.




Saturday, October 08, 2005

Olenka

Olenka
Budi Darma, Balai Pustaka, 1992.

132: Saya tidak pernah berhenti. Sebuah prinsip yang menyebabkan seseorang berhenti justru keliru. Lebih baik mencoba di sana dan di sini daripada langsung masuk liang kubur kalau semenjak semula seseorang sudah mengetahui bahwa yang akan dimasukinya adalah liang kubur.

138: Saya tidak dapat diikat oleh apapun. Keadaan tidak mempunyai kekuasaan penuh untuk menundukkan saya.